Kebijakan Morsi ini menuai dukungan dari ribuan pendukungnya yang berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo. Namun tidak demikian dari pihak militer, karena Morsi juga mengamandemen poin penting dalam undang-undang yang memberikan hak legislatif dan hak prerogatif lainnya bagi militer Mesir. Hal ini dinilai akan berpengaruh besar pada hubungan Morsi sebagai presiden sipil pertama di Mesir dengan pihak militer.
Panglima Militer Sami Anan juga diberhentikan oleh Presiden Morsi. Pemberhentian ini dilakukan seminggu setelah serangan mematikan di wilayah perbatasan Sinai yang menewaskan 16 tentara Mesir. Pasca diberhentikan, selanjutnya Tantawi dan Anan akan menempati posisi sebagai penasihat presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu berharap yang terbaik bagi mereka. Saya ingin mereka mengabdikan diri mereka bagi misi melindungi negara ini. Saya sama sekali tidak pernah berniat, melalui keputusan saya, untuk meminggirkan atau bersikap tidak adil kepada siapapun, tapi demi kemajuan di masa mendatang yang baik, dengan generasi yang baru, darah muda," ucap Morsi seperti dilansir oleh AFP, Senin (13/8/2012).
"Saya tidak bermaksud untuk mempermalukan institusi," imbuhnya sembari menegaskan bahwa dirinya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Jabatan Tantawi yang merupakan veteran militer ini akan digantikan oleh Abdel Fattah al-Sissi. Selama masa kepemimpinan Mubarak, Tantawi menjabat Menteri Pertahanan selama 2 dekade. Warga yang tidak menyukai Tantawi karena dinilai merupakan bagian dari rezim Mubarak, secara terang-terangan memberi dukungan terhadap keputusan Presiden Morsi ini.
"Rakyat mendukung keputusan presiden," teriak warga yang berkumpul di Lapangan Tahrir pada Minggu (12/8) malam waktu setempat.
Sejumlah warga lainnya bahkan mengolok-olok Tantawi dengan menyebutnya dipecat. Meskipun Morsi menyatakan pemberhentian kedua pejabat tinggi tersebut merupakan pensiun. "Marshal, beritahu kebenarannya, apakah Morsi memecat Anda?" tanya mereka.
Terakhir, menurut kantor berita MENA, Morsi yang berasal Ikhwanul Muslimin ini juga menunjuk Mahmud Mekki sebagai Wakil Presiden yang baru. Penunjukkan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan dalam 30 tahun terakhir di Mesir.
(nvc/ita)











































