Diberitakan Reuters, Minggu (12/8/2012), keputusan ini diambil setelah beberapa instruktur di pusat pelatihan Lackland dinyatakan bersalah melakukan pelecehan. Sebagian sudah dihukum penjara.
Kepala Urusan Publik Lackland, Collnen McGee, mengatakan, Palmer memang tidak didakwa karena terlibat pelecehan. Namun, dia adalah penanggung jawab di tempat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Palmer bertanggung jawab atas para instruktur di 9 skuadron. Ada 35 ribu calon tentara AU yang dilatihnya setiap tahun.
Dua instruktur sudah dinyatakan bersalah sebelumnya karena melakukan kekerasan seksual, penyerangan seksual dan pemerkosaan. Total ada tujuh instruktur yang masih menjalani persidangan. Sementara 8 lainnya dalam proses penyidikan.
Penyelidikan sejauh ini mengindikasikan terdapat 31 korban pecelahan oleh para pelatih, berdasar keterangan Jenderal Edward Rice, komandan sekolah Angkatan Udara.
Di Angkatan Udara, wanita dan pria berlatih bersama dalam unit-unit, lazim disebut pelatihan penerbangan. Mereka tinggal di barak yang terpisah, atau berseberangan dengan kadet pria. Tempat mandi dan tempat tidur juga terpisah.
Sekitar 10 persen dari tentara pelatih -- dikenal sebagai Instruktur Pelatihan Militer -- adalah perempuan dan mereka mengomandani pria dan wanita.
(mad/mad)











































