Berencana Ledakkan Bom di Markas Militer, Tentara AS Dibui Seumur Hidup

Berencana Ledakkan Bom di Markas Militer, Tentara AS Dibui Seumur Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 11 Agu 2012 10:56 WIB
Berencana Ledakkan Bom di Markas Militer, Tentara AS Dibui Seumur Hidup
Ilustrasi
Texas, - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan. Tentara berusia 22 tahun ini terbukti bersalah telah merencanakan serangan bom untuk membunuh tentara lainnya beserta keluarganya di sebuah markas militer di Texas.

Pengadilan menyatakan Naser Jason Abdo bersalah atas perencanaan serangan bom di Fort Hood, sebuah fasilitas militer di Austin, Texas. Rencana tersebut dilakukannya pada Mei lalu, dimana dia akan meledakkan bom di sebuah restoran China ternama yang dekat dengan markas militer AS.

Dalam persidangan, Naser yang neragama Islam ini menyatakan perbuatannya tersebut merupakan 'jihad'. Bak seorang pengacara, Naser memberikan penjelasan kepada hakim bagaimana dirinya berubah dari seorang prajurit menjadi seorang pelaku jihad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak meminta pengampunan di pengadilan ini karena hanya Allah yang berhak memberikan pengampunan," jelas Naser dalam persidangan seperti dilansir oleh AFP, Sabtu (11/8/2012).

Naser ditangkap oleh polisi dan FBI pada Juli lalu, di sebuah motel di dekat Fort Hood. Aparat menemukan sebuah pistol tangan, lalu bubuk mesiu yang cukup untuk membuat sebuah bom serta sebuah kertas yang berisi petunjuk merakit bom dari militan Al-Qaeda.

Selain kasus ini, Naser juga dituding merencanakan penculikan dan pembunuhan seorang tentara yang merupakan rekannya. Hal ini dilakukannya ketika masih bertugas di Fort Campbell, Kentucky. Namun rencananya ini gagal dan Naser pun melarikan diri ke negara bagian lain. FBI menemukan sebuah kantong mayat yang akan digunakan Naser, serta sebuah alat penyetrum dan garpu jerami besar yang biasa digunakan di peternakan.

Setelah berhasil oleh FBI, Naser tidak membantah tuduhan yang ditudingkan kepadanya. "Dia menyatakan dirinya melakukan hal ini demi orang-orang Afghanistan, yang menjadi korban penganiayaan," terang seorang agen FBI Charles Michael Owens yang menginetrogasi Naser.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini