Pengadilan menyatakan Naser Jason Abdo bersalah atas perencanaan serangan bom di Fort Hood, sebuah fasilitas militer di Austin, Texas. Rencana tersebut dilakukannya pada Mei lalu, dimana dia akan meledakkan bom di sebuah restoran China ternama yang dekat dengan markas militer AS.
Dalam persidangan, Naser yang neragama Islam ini menyatakan perbuatannya tersebut merupakan 'jihad'. Bak seorang pengacara, Naser memberikan penjelasan kepada hakim bagaimana dirinya berubah dari seorang prajurit menjadi seorang pelaku jihad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naser ditangkap oleh polisi dan FBI pada Juli lalu, di sebuah motel di dekat Fort Hood. Aparat menemukan sebuah pistol tangan, lalu bubuk mesiu yang cukup untuk membuat sebuah bom serta sebuah kertas yang berisi petunjuk merakit bom dari militan Al-Qaeda.
Selain kasus ini, Naser juga dituding merencanakan penculikan dan pembunuhan seorang tentara yang merupakan rekannya. Hal ini dilakukannya ketika masih bertugas di Fort Campbell, Kentucky. Namun rencananya ini gagal dan Naser pun melarikan diri ke negara bagian lain. FBI menemukan sebuah kantong mayat yang akan digunakan Naser, serta sebuah alat penyetrum dan garpu jerami besar yang biasa digunakan di peternakan.
Setelah berhasil oleh FBI, Naser tidak membantah tuduhan yang ditudingkan kepadanya. "Dia menyatakan dirinya melakukan hal ini demi orang-orang Afghanistan, yang menjadi korban penganiayaan," terang seorang agen FBI Charles Michael Owens yang menginetrogasi Naser.
(nvc/gah)










































