Salah seorang sumber keamanan Mesir menuturkan keenam orang yang ditangkap tersebut dikenal sebagai penganut Islam radikal yang dicurigai tergabung dalam sebuah kelompok jihad. Mereka tertangkap dalam operasi gabungan antara tentara Mesir dengan polisi pengawas perbatasan di Provinsi North Sinai.
Demikian seperti diberitakan oleh kantor berita MENA dan dilansir oleh AFP, Jumat (10/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang Jumat ini, jurnalis AFP melaporkan kondisi Sinai cenderung tenang. Namun tetap saja tampak sejumlah kendaraan baja dan tank militer Mesir disiagakan di El-Arish.
Serangan bersenjata yang terjadi Minggu kemarin mengejutkan pemerintah Mesir termasuk Presiden Mohamed Morsi. Bahkan, Presiden Morsi mendepak kepala intelijennya dan dua orang jenderal militernya pasca insiden tersebut.
Diketahui keberadaan militer di Sinai harus dibatasi semenjak adanya kesepakatan demiliterisasi antara Mesir dengan Israel di bawah Pakta Perdamaian Tahun 1979. Namun beberapa waktu kemudian, Israel nekat mengizinkan helikopter bersenjatanya untuk menyerang para militan Islam di wilayah tersebut.
(nvc/)











































