Dari para imigran gelap yang ditangkap sepanjang minggu ini tersebut, aparat mendapati ada 1.400 orang yang sama sekali tidak memiliki identitas maupun dokumen resmi. Menteri Ketertiban Umum Yunani Nikos Dendias menyatakan, kegagalan pemerintah untuk membatasi masuknya para imigran asing bisa memicu keruntuhan Yunani.
"Jaringan sosial kita berisiko akan terungkap. Persoalan imigran nampaknya lebih berbahaya daripada persoalan finansial," tegas Dendias kepada televisi setempat, Skai, dan dilansir oleh Sydney Morning Herald, Rabu (8/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa waktu ke depan, lanjutnya, pemulangan para imigran lainnya akan dilakukan secara bertahap.
Selama ini, Yunani digemari oleh para imigran dari negara-negara miskin yang ada di kawasan Afrika, Asia dan Timur Tengah. Tercatat ada sekitar 800 ribu imigran yang terdaftar dan sekitar 350 ribu yang masuk tanpa dokumen resmi ke wilayah Yunani. Keberadaan para imigran ini membuat khawatir para warga asli Yunani, karena membuat persaingan kerja menjadi semakin sulit.
Kondisi tersebut semakin parah seiring dengan adanya krisis ekonomi dan revolusi Arab yang merajalela, di mana jumlah imgran yang masuk ke Yunani malah bertambah drastis. Hal ini dinilai semakin berpengaruh buruk terhadap kondisi perekonomian Yunani yang ada di ambang batas, terutama setelah keluar dari zona Uni Eropa.
(nvc/ita)











































