6.000 Orang Ditangkap dalam Operasi Imigran di Yunani

6.000 Orang Ditangkap dalam Operasi Imigran di Yunani

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Agu 2012 17:56 WIB
6.000 Orang Ditangkap dalam Operasi Imigran di Yunani
Reuters
Athena, - Otoritas Yunani menangkap sekitar 6.000 imigran asing yang masuk ke wilayahnya tanpa izin. Keberadaan para imigran ini dikhawatirkan akan mengancam stabilitas ekonomi negara yang sedang dilanda krisis tersebut.

Dari para imigran gelap yang ditangkap sepanjang minggu ini tersebut, aparat mendapati ada 1.400 orang yang sama sekali tidak memiliki identitas maupun dokumen resmi. Menteri Ketertiban Umum Yunani Nikos Dendias menyatakan, kegagalan pemerintah untuk membatasi masuknya para imigran asing bisa memicu keruntuhan Yunani.

"Jaringan sosial kita berisiko akan terungkap. Persoalan imigran nampaknya lebih berbahaya daripada persoalan finansial," tegas Dendias kepada televisi setempat, Skai, dan dilansir oleh Sydney Morning Herald, Rabu (8/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para imigran tersebut ditangkap dalam operasi yang digelar di sejumlah apartemen di Athena dan wilayah lainnya, yang melibatkan 4.500 personel aparat. Juru bicara kepolisian setempat menyebutkan, sekitar 88 orang imigran asal Pakistan telah dipulangkan ke negara asalnya dengan pesawat carter pada Minggu (5/8) waktu setempat.

Dalam beberapa waktu ke depan, lanjutnya, pemulangan para imigran lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Selama ini, Yunani digemari oleh para imigran dari negara-negara miskin yang ada di kawasan Afrika, Asia dan Timur Tengah. Tercatat ada sekitar 800 ribu imigran yang terdaftar dan sekitar 350 ribu yang masuk tanpa dokumen resmi ke wilayah Yunani. Keberadaan para imigran ini membuat khawatir para warga asli Yunani, karena membuat persaingan kerja menjadi semakin sulit.

Kondisi tersebut semakin parah seiring dengan adanya krisis ekonomi dan revolusi Arab yang merajalela, di mana jumlah imgran yang masuk ke Yunani malah bertambah drastis. Hal ini dinilai semakin berpengaruh buruk terhadap kondisi perekonomian Yunani yang ada di ambang batas, terutama setelah keluar dari zona Uni Eropa.

(nvc/ita)


Berita Terkait