Banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang turun terus-menerus itu telah mengubah jalan-jalan ibukota menjadi sungai. Bahkan hari ini hujan deras terus mengguyur Manila.
"Jalan-jalan di sejumlah daerah sudah seperti sungai. Masyarakat harus menggunakan perahu-perahu untuk bergerak. Semua jalan dan gang-gang kebanjiran," kata kepala pertahanan sipil Benito Ramos kepada kantor berita AFP, Rabu (8/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga hari ini, jumlah korban jiwa akibat banjir besar pekan ini yang melanda Manila dan provinsi-provinsi sekitarnya ini telah mencapai 20 orang. Ini berarti sudah 73 orang yang tewas sejak topan melanda wilayah-wilayah Filipina pada akhir Juli lalu. Topan tersebut telah memicu hujan deras yang mengakibatkan banjir.
Menurut Dewan Manajemen dan Reduksi Risiko Bencana Nasional, sekitar 1,23 juta orang terkena dampak banjir di Manila dan sekitarnya. Sebanyak 850 ribu orang di antaranya terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka yang terendam banjir.
Hampir 250 ribu orang di antaranya harus berlindung di sekolah-sekolah, stadion dan gedung-gedung lain yang telah diubah menjadi pusat-pusat evakuasi. Sementara yang lainnya tinggal di rumah-rumah kerabat dan teman-teman.
(ita/nvt)











































