Pemberontak Suriah Mengklaim Bunuh Jenderal Rusia

Pemberontak Suriah Mengklaim Bunuh Jenderal Rusia

- detikNews
Rabu, 08 Agu 2012 17:02 WIB
Pemberontak Suriah Mengklaim Bunuh Jenderal Rusia
Ilustrasi
Damaskus, - Kelompok pemberontak Suriah mengklaim pihaknya telah membunuh seorang jenderal Rusia yang menjadi penasihat bagi Kementerian Pertahanan Suriah. Sang jenderal tewas dibunuh dalam operasi yang dilakukan tentara pemberontak di wilayah Ghouta yang terletak di pinggiran kota Damaskus.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh kelompok pemberontak yang menamakan dirinya 'Hawks Special Operations Battalion' yang mengaku sebagai salah satu divisi militer Provinsi dan Kota Damaskus. Dalam video yang mereka kirimkan kepada Reuters, mereka mengaku telah menewaskan seorang jenderal asal Rusia bernama Vladimir Petrovich Kochyev.

Untuk membuktikan pernyataannya, para pemberontak juga menunjukkan salinan identitas sang jenderal yang dikeluarkan oleh militer Suriah. Namun sayangnya, belum ada komentar dari otoritas Rusia terhadap hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pertolongan Tuhan, seorang penasihat asal Rusia untuk Kementerian Pertahanan urusan Ilmiah Kemiliteran, Jenderal Vladimir Petrovich Kochyev, telah dilenyapkan bersama dengan penerjemah pribadinya, Ahmad a-Ayyouq," tegas Letnan Majid Sayyed Ahmad dalam video tersebut, seperti dilansir oleh Reuters, Rabu (8/8/2012).

"Sejumlah dokumen militer Suriah berhasil didapatkan, di dalamnya terdapat laporan soal kelompok oposisi dan Free Syrian Army, ini semakin menambah pencapaian dalam usaha pembebasan Suriah dari kelompok Assad," imbuh Ahmad yang menyebut dirinya sebagai 'komandan operasi dan tim khusus'.

Namun sayangnya, Ahmad tidak menyebutkan lebih lanjut kapan tepatnya Jenderal Kochyev tewas. Meski secara terpisah, seorang tokoh kelompok oposisi yang dekat dengan kelompok pemberontak tersebut menuturkan, sang jenderal tewas 2 minggu lalu.

Dalam video tersebut, juga diperlihatkan dokumen penunjukan Jenderal Kochyev sebagai penasihat militer oleh Menteri Pertahanan Suriah Fahed al-Freij. Foto Kochyev bersama dengan pejabat militer Rusia lainnya beserta Freij juga diperlihatkan dalam video tersebut.

Masih dalam video tersebut, Ahmad menyebut batalion Hawks sebagai unit profesional yang dipimpin oleh pejabat tinggi militer yang membelot dari rezim Presiden Bashar al-Assad. Kelompok yang sama juga pernah mengklaim atas pembunuhan pejabat militer Suriah tertinggi keempat dalam pemerintahan Presiden Assad, bulan Juli lalu.

Diketahui bahwa ratusan personel militer Rusia berada di wilayah Suriah. Hingga saat ini, Rusia menjadi salah satu negara bersama dengan China yang mendukung rezim Presiden Assad di tengah kritikan internasional dan PBB.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads