Mereka tewas ditembaki sekelompok pria bersenjata pada Rabu dini hari waktu setempat. Penembakan itu terjadi di rumah Khayrallah Shati, seorang pengacara di kota Baiji, sekitar 200 kilometer sebelah utara Baghdad.
Shati sendiri tewas dalam serangan itu. Begitu pula dengan istrinya serta kelima anak laki-lakinya serta seorang kerabat yang tinggal bersama keluarga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pria-pria bersenjata menyerbu rumahnya dan menembaki keluarga tersebut... Laporan awal adalah bahwa ini serangan teroris, namun investigasi masih berlangsung," ujarnya.
Dikatakan polisi tersebut, salah seorang putra Shati merupakan seorang penyidik kehakiman.
Pihak rumah sakit utama di Tikrit, Provinsi Salaheddin menyatakan telah menerima kedelapan jasad yang terdiri dari tujuh pria dan seorang wanita itu. Seluruh korban menderita luka-luka tembakan.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan brutal tersebut. Namun pada Juli lalu, kelompok Islamic State of Iraq (ISI) yang terkait Al-Qaeda menyatakan, pihaknya tengah melancarkan "kampanye militer baru yang bertujuan untuk merebut kembali wilayah tersebut."
Dalam pesan terdahulu yang diposting di berbagai forum jihad, ISI menyatakan akan mulai menargetkan para hakim dan jaksa serta mencoba membantu para tahanan ISI kabur dari penjara-penjara.
(ita/nvt)











































