Separuh wilayah Manila, ibukota Filipina hari ini lumpuh karena terendam banjir. Hujan deras yang turun terus-menerus telah melumpuhkan Manila dan menyebabkan banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Puluhan ribu orang telah kehilangan rumah mereka yang rusak dihantam air bah. Banyak warga yang terjebak di atas atap-atap rumah. Bahkan tanah longsor juga terjadi di sebuah kawasan di Manila. Total setidaknya 15 orang dilaporkan tewas di Manila dan sekitarnya akibat bencana alam ini.
Dengan kematian 15 orang tersebut, berarti jumlah orang yang tewas di seluruh Filipina akibat banjir ini telah mencapai 68 orang dalam seminggu terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat banjir besar ini, sekolah-sekolah dan sebagian besar kantor pemerintah dan swasta diliburkan. Sebabnya, jalan-jalan utama di Manila terendam air banjir, yang bahkan di sejumlah lokasi, ketinggian air mencapai leher orang dewasa.
Presiden Filipina Benigno Aquino mengatakan pemerintah tengah melakukan segenap upaya untuk membantu masyarakat yang terkena banjir.
Terakhir kali Manila dilanda banjir besar adalah pada tahun 2009 ketika Topan Ketsana menerjang wilayah tersebut. Saat itu, lebih dari 400 orang tewas dan kerugian akibat bencana alam itu ditaksir mencapai lebih dari US$ 4 miliar. (ita/vit)











































