Bom tersebut menghantam sebuah minibus yang melintas di lokasi.
"Bom yang dikendalikan dengan remote menghantam sebuah minibus sipil di distrik Paghman sekitar pukul 5 pagi hari ini, menewaskan delapan orang dan melukai lima orang," kata kepala kepolisian Kabul, Jenderal Ayoub Salangi kepada kantor berita AFP, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama lima tahun terakhir, jumlah warga sipil yang tewas dalam perang di Afghanistan telah melonjak tajam. Bahkan menurut data PBB, jumlahnya mencapai rekor 3.021 korban tewas pada tahun 2011. Sebagian besar korban tewas akibat serangan-serangan yang dilakukan para militan.
Bom-bom yang ditanam di pinggir jalan selama ini merupakan senjata favorit militan Taliban dalam menargetkan pasukan asing dan pejabat-pejabat pemerintah Afghan. Namun pada kenyataannya, banyak warga sipil yang menjadi korban serangan-serangan tersebut.
(ita/nvt)











































