Hijab telah mengumumkan pembelotannya dari rezim Assad yang disebutnya sebagai rezim pembunuhan dan teror. "Saya telah membelot dari rezim teroris dan pembunuh dan saya kini bergabung dengan revolusi suci," demikian pernyataan Hijab yang dibacakan juru bicaranya, Mohammed el-Etri.
"Saya mendeklarasikan bahwa sejak hari ini saya adalah prajurit revolusi suci ini," imbuh Hijab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Washington, AS, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Tommy Vietor mengatakan, pembelotan Hijab dan pejabat-pejabat senior lainnya merupakan indikasi terbaru bahwa Assad telah kehilangan kendali atas Suriah dan bahwa momentum saat ini bersama pasukan oposisi dan rakyat Suriah.
"Jelas bahwa pembelotan ini tengah mencapai level tertinggi pemerintah Suriah dan menunjukkan rakyat Suriah yakin bahwa hari-hari Assad sedang dihitung," ujar Vietor.
"Cara tercepat untuk mengakhiri pertumpahan darah dan penderitaan rakyat Suriah adalah dengan Bashar al-Assad mengakui bahwa rakyat Suriah tak akan membiarkan dia terus berkuasa," imbuh pejabat tinggi AS itu.
Vietor pun menyerukan semua negara untuk bekerja menuju transisi damai di Suriah dengan pemerintahan yang mencerminkan aspirasi rakyat.
(ita/nvt)











































