PM Suriah Membelot, AS Sebut Assad Tinggal Menghitung Hari

PM Suriah Membelot, AS Sebut Assad Tinggal Menghitung Hari

- detikNews
Selasa, 07 Agu 2012 10:47 WIB
PM Suriah Membelot, AS Sebut Assad Tinggal Menghitung Hari
Foto: AFP
Washington, - Pembelotan Perdana Menteri (PM) Suriah Riad Hijab disambut oleh oposisi Suriah sebagai pukulan telak bagi rezim Presiden Bashar al-Assad. Bahkan menurut Amerika Serikat, pembelotan itu menunjukkan bahwa Assad tinggal menghitung hari.

Hijab telah mengumumkan pembelotannya dari rezim Assad yang disebutnya sebagai rezim pembunuhan dan teror. "Saya telah membelot dari rezim teroris dan pembunuh dan saya kini bergabung dengan revolusi suci," demikian pernyataan Hijab yang dibacakan juru bicaranya, Mohammed el-Etri.

"Saya mendeklarasikan bahwa sejak hari ini saya adalah prajurit revolusi suci ini," imbuh Hijab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hijab merupakan penganut Sunni yang berasal dari kawasan Deir al-Zour di Suriah timur yang juga menjadi tempat pemberontakan. Sebelumnya, televisi nasional Suriah melaporkan Hijab telah dipecat dan diganti wakilnya Dr Omar Ghalawbunji.

Di Washington, AS, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Tommy Vietor mengatakan, pembelotan Hijab dan pejabat-pejabat senior lainnya merupakan indikasi terbaru bahwa Assad telah kehilangan kendali atas Suriah dan bahwa momentum saat ini bersama pasukan oposisi dan rakyat Suriah.

"Jelas bahwa pembelotan ini tengah mencapai level tertinggi pemerintah Suriah dan menunjukkan rakyat Suriah yakin bahwa hari-hari Assad sedang dihitung," ujar Vietor.

"Cara tercepat untuk mengakhiri pertumpahan darah dan penderitaan rakyat Suriah adalah dengan Bashar al-Assad mengakui bahwa rakyat Suriah tak akan membiarkan dia terus berkuasa," imbuh pejabat tinggi AS itu.

Vietor pun menyerukan semua negara untuk bekerja menuju transisi damai di Suriah dengan pemerintahan yang mencerminkan aspirasi rakyat.
(ita/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads