Menurut para politikus terkemuka Sikh di India, penembakan itu kemungkinan terjadi karena kekeliruan. Sebabnya, selama ini di AS, warga Sikh India yang mengenakan sorban dan memelihara jenggot kerap dikira sebagai muslim. Mereka telah menjadi target para aktivis anti-Islam, khususnya setelah serangan teroris 11 September 2001 di AS. Sorban tersebut dikenakan warga Sikh India untuk menutupi rambut mereka yang dibiarkan tumbuh.
"Saya pikir ini kasus kekeliruan identitas. Kaum Sikh sering keliru dianggap dari Timur Tengah," kata Manpreet Singh Badal, pendiri partai People's Party of Punjab seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kasus bermotif rasial dan pemerintah AS perlu mengedukasi rakyat soal komunitas-komunitas yang berbeda sehingga ini tidak terjadi lagi," tandasnya.
Aksi penembakan yang dilakukan seorang pria bersenjata di kuil Sikh di Wisconsin pada Minggu, 5 Agustus waktu setempat menewaskan enam orang. Dalam insiden itu, pelaku tewas ditembak polisi. Belum diketahui identitas pelaku penembakan.
(ita/vit)











































