Bom Guncang Stasiun Televisi Nasional Suriah di Damaskus

Bom Guncang Stasiun Televisi Nasional Suriah di Damaskus

- detikNews
Senin, 06 Agu 2012 16:04 WIB
Bom Guncang Stasiun Televisi Nasional Suriah di Damaskus
Ilustrasi
Damaskus, - Ledakan terjadi di kantor pusat stasiun televisi nasional Suriah yang ada di ibukota Damaskus. Insiden ini memakan sejumlah korban luka-luka, namun untungnya tidak ada korban tewas.

Seperti dilansir oleh AFP, Senin (6/8/2012), ledakan ini mengguncang kantor pusat manajemen televisi yang pro-pemerintah Suriah, Al-Ikhbariya, yang ada di lantai 3. Terjadinya ledakan ini cukup mengherankan karena gedung televisi yang ada di wilayah Omayyad tersebut masuk ke dalam wilayah yang mendapat penjagaan ketat dari tentara pemerintah Suriah.

"Sangat jelas bahwa ledakan disebabkan oleh bahan peledak. Beberapa kolega kami mengalami luka-luka, tapi tidak ada yang mengalami luka serius dan tidak ada korban tewas," ujar Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoabi, dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasca ledakan ini, televisi nasional Suriah tersebut masih beroperasi seperti biasa. Namun seorang koresponden AFP melaporkan, sejumlah mobil pemadam kebakaran masih bersiaga di luar gedung. Selain itu, salah satu jalan yang menuju ke Alun-alun Omayyad diblokir oleh kepolisian setempat.

Televisi ini bahkan sempat menayangkan inspeksi yang dilakukan oleh Zoabi di lokasi. Terlihat bahwa banyak dinding bangunan yang rusak, pipa-pipa air pecah dan kabel-kabel listrik mengantung begitu saja di langit-langit. Cipratan darah juga terlihat di sejumlah lokasi dan sejumlah furnitur dalam gedung tersebut.

"Televisi Suriah menjadi target karena keberaniannya. Tapi tidak ada yang bisa menghentikan suara Suriah," ucap Zoabi.

Ditambahkan dia, gedung televisi ini juga sempat menjadi target serangan dari kelompok pemberontak yang tergabung dalam Free Syrian Army pada Juni lalu. Saat itu, sekelompok pria bersenjata yang juga membawa peledak menyerang kantor Al-Ikhbariya dan menewaskan 3 wartawan dan 4 penjaga keamanan.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads