Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mengaku Dapat Perintah dari AS & Inggris

Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mengaku Dapat Perintah dari AS & Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Agu 2012 15:25 WIB
Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mengaku Dapat Perintah dari AS & Inggris
Ilustrasi
Teheran, - Sejumlah warga Iran yang menjadi tersangka dalam pembunuhan ilmuwan nuklir setempat memberikan pengakuan mengejutkan. Mereka mengakui sengaja dipersiapkan untuk membunuh 4 ilmuwan tersebut dan sempat menjalani pelatihan oleh intelijen Israel.

Dalam pengakuan yang ditayangkan oleh televisi nasional Iran tersebut, mereka juga mengaku menerima perintah dari 'Washington' dan 'London'. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Senin (6/8/2012).

Tayangan televisi Iran tersebut menampilkan sejumlah tersangka yang membeberkan persiapan mereka untuk membunuh para ilmuwan nuklir tersebut. Bahkan terdapat adegan rekonstruksi pembunuhan yang memperlihatkan salah seorang pelaku bersepeda motor menempelkan bom ke mobil milik korban. Terdapat juga sejumlah gambar bangunan bekas pabrik di wilayah gersang yang disebut-sebut sebagai lokasi pelatihan bersama militer Israel yang mereka jalani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tayangan berdurasi 40 menit tersebut, hampir seluruh tersangka memberikan pengakuannya. Diketahui total 13 tersangka, yang terdiri atas 8 pria dan 5 wanita, dalam kasus ini.

Salah satu tersangka yang diidentifikasi bernama Maziar Ebrahimi menuturkan, dirinya 'dikirim ke Israel untuk mempelajari bahan peledak dan mengikuti pelatihan militer, termasuk latihan menembak'.

Tersangka lainnya yang diidentifikasi bernama Behzad Abdoli mengatakan: "Kami pergi ke Turki dan kemudian menumpang kapal dari sana... ke Cyprus, dan dari sana kami pergi ke Israel, tepatnya ke sebuah kota kecil dekat Tel Aviv."

Hampir semua tersangka mengakui adanya pelatihan militer yang mereka dapatkan dari militer Israel. "Kami mendapat pelatihan untuk menempelkan bom waktu ke mobil yang bergerak dan berusaha kabur secepat mungkin," ujar seorang tersangka lainnya yang diidentifikasi bernama Arash Kheradkish.

Namun sayangnya tidak ada bukti jelas yang ditampilkan oleh televisi Iran tersebut yang mampu mendukung keterangan para tersangka. Terlebih sejumlah wawancara dengan tersangka dilakukan dalam kegelapan dan tanpa menunjukkan wajah asli mereka.

(nvc/ita)


Berita Terkait