Bom tersebut menargetkan patroli militer di sebelah timur Dhuluiyah. Selain menewaskan empat orang termasuk seorang mayor, empat prajurit lainnya terluka.
Demikian disampaikan seorang perwira militer Irak dan sumber medis seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, para militan juga menyerang sebuah pangkalan militer di dekat Dhuluiyah pada 23 Juli lalu. Sedikitnya 15 tentara Irak tewas dan dua lainnya luka-luka dalam insiden itu.
Menurut angka resmi otoritas Irak, jumlah orang yang tewas dalam rentetan serangan selama Juli lalu mencapai 325 orang. Ini merupakan jumlah korban jiwa tertinggi dalam sebulan di Irak sejak Agustus 2010 lalu.
Meski kekerasan telah menurun jika dibandingkan pada tahun 2006 dan 2007 saat mencapai puncaknya, namun serangan-serangan masih kerap terjadi di berbagai penjuru Irak. Pada Juli lalu saja, tercatat ada serangan-serangan dalam 27 hari selama bulan tersebut.
(ita/nrl)











































