Korban jiwa terus berjatuhan dalam krisis Suriah. Sedikitnya 20 orang tewas ketika pasukan Suriah melancarkan serangan mortir ke sebuah kamp pengungsi Palestina di Damaskus, ibukota Suriah pada Kamis, 2 Agustus waktu setempat.
Demikian diungkapkan sumber-sumber medis seperti diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (3/8/2012). Menurut saksi mata di kamp pengungsi tersebut, mortir-mortir tersebut dilemparkan ke jalan ramai di kamp tersebut saat orang-orang tengah menyiapkan hidangan berbuka puasa.
"Saya melihat semuanya. Saya akan ke rumah saya ketika mortir pertama menghantam jalanan. Orang-orang berlari untuk memeriksa kerusakan ketika mortir kedua mengenai daerah yang sama," ujar seorang warga. "Banyak orang tewas seketika," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamp Yarmouk merupakan areal komunitas pengungsi Palestina terbesar di Suriah dan dihuni oleh lebih dari 100 ribu orang. Belum diketahui mengapa serangan mortir itu dilakukan. Namun menurut para aktivis dan sumber-sumber oposisi, ada pertempuran ganas antara pasukan pemerintah dan pemberontak di distrik Tadamoun dekat kamp tersebut saat serangan mortir itu terjadi.
Sementara itu pasukan Suriah juga dilaporkan menewaskan sekitar 50 orang selama pertempuran dengan pemberontak di kota Hama. Di antara para korban termasuk tiga keluarga yang seluruh anggotanya dibunuh.
"Militer memasuki kawasan Arbaeen dan melakukan serangan, saat itu mereka menewaskan para anggota dari tiga keluarga," ujar seorang warga bernama Abu Ammar kepada Reuters.
Krisis di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut kelompok-kelompok HAM, sekitar 18 ribu orang, kebanyakan warga sipil telah tewas selama konflik berkepanjangan itu.
(ita/nrl)











































