Sementara Gedung Putih menyalahkan Rusia dan China atas pengunduran diri mantan Sekjen PBB itu, McCain mencetuskan, Washington dan PBB bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Itu telah ditakdirkan untuk gagal sejak awal," kata McCain mengenai misi Annan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukankan bodoh untuk mendasarkan kebijakan Anda dan non-intervensi pada keyakinan bahwa bagaimanapun juga misi seorang mantan Sekjen PBB akan berhasil, ketika jelas-jelas bahwa rakyat Suriah tak akan puas dengan terus berlangsungnya rezim barbar Bashar al-Assad?" kata McCain.
Namun senada dengan Gedung Putih, McCain juga mengecam Rusia dan China karena menolak mendukung resolusi-resolusi DK PBB mengenai Suriah. Namun McCain menegaskan, Washington tak bisa lagi terus bersikap naif mengenai konflik Suriah. Menurut McCain, Washington harus mengambil tindakan untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah.
"Jika kita meneruskan cara ini, kekejaman massal akan terus terjadi di Aleppo dan tempat-tempat lainnya di Suriah. Kita punya kekuatan untuk mencegah kematian yang tidak perlu ini, dan pada saat bersamaan memajukan kepentingan strategis kita di Timur Tengah," pungkas McCain.
Selama berbulan-bulan, McCain telah menyarankan untuk mempersenjatai pasukan oposisi Suriah. Bahkan McCain mencetuskan Obama seharusnya angkat bicara untuk oposisi Suriah. "Kenapa presiden AS tidak berbicara untuk mereka? Saya tak pernah memahami itu," cetusnya.
(ita/nrl)










































