Pesawat Boeing 777 milik maskapai Japan Airlines yang terbang ke New York, Amerika Serikat (AS) terpaksa memutar balik dan kembali ke Bandara Narita, Tokyo, Jepang. Hal ini disebabkan adanya ancaman bom dalam pesawat yang mengangkut 250 penumpang tersebut.
Insiden ini berawal ketika pihak maskapai Jepang tersebut menerima surat elektronik dari pihak tak dikenal yang memperingatkan adanya bom yang ditanam di dalam pesawat. Surat elektronik ini diterima selang 2 jam setelah pesawat tersebut lepas landas ke New York pada Rabu (1/8) waktu setempat.
Menurut kantor berita Jiji Press, surat elektronik tersebut juga mendesak pembebasan seorang narapidana bernama Shoko Asahara. Asahara merupakan otak serangan gas di stasiun bawah tanah Tokyo pada tahun 1995 lalu yang menewaskan 13 orang dan melukai ribuan orang lainnya. Pria berumur 57 tahun itu telah dijatuhi vonis mati atas perbuatannya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat diizinkan lepas landas setelah pemeriksaan keamanan, tapi kami memutuskan untuk menyuruhnya kembali setelah melakukan konsultasi dengan kepolisian," tutur pejabat maskapai Japan Airlines yang enggan disebut namanya, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (2/8/2012).
Pesawat yang membawa 247 penumpang dan 18 awak pesawat ini berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Narita. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan oleh aparat setempat dan hasilnya tidak ditemukan sama sekali bahan peledak di dalam pesawat tersebut. Para penumpang pun diberangkatkan ke AS dengan menggunakan pesawat lainnya.
(nvc/ita)











































