"Pasukan rezim memasuki distrik Jdaidet Artuz (barat daya Damaskus) pada Rabu dan menangkap sekitar 100 pemuda yang dibawa ke sebuah sekolah dan disiksa," demikian disampaikan badan pemerhati HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/8/2012).
"Pada Kamis pagi setelah operasi tersebut, mayat-mayat 43 orang ditemukan. Beberapa dari mereka telah dieksekusi," imbuh Observatory.
Menurut Observatory, total 163 orang tewas dalam berbagai pertempuran di seluruh Suriah pada Rabu (1/8). Mereka terdiri dari 98 warga sipil, 20 pemberontak dan 45 tentara Suriah.
Sementara itu, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, pertempuran antara pasukan Suriah dan kelompok pemberontak di kota Aleppo makin berlangsung sengit dalam beberapa hari terakhir.
Sausan Ghoseh, anggota misi PBB untuk Suriah mengatakan kepada BBC, kelompok pemberontak saat ini memiliki senjata berat, termasuk beberapa tank hasil rampasan milik pemerintah.
"Dalam 72 jam terakhir kami melihat pertempuran makin sengit," kata Ghosheh.
Menurut BBC, kelompok pemberontak menggunakan rudal antipesawat yang digunakan untuk menghadang helikopter dan pesawat tempur pasukan Suriah. Dikatakan Ghoseh, PBB mendesak kedua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan mampu membedakan antara warga sipil dan pihak-pihak yang terlibat konflik.
(ita/nrl)











































