Dalam aksinya seperti diberitakan Press TV, Kamis (2/8/2012), para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengecam campur tangan Washington di Yaman. Para demonstran juga mengkritik "dominasi AS dan Israel di dunia Arab."
Dalam aksi unjuk rasa yang terjadi Rabu, 1 Agustus waktu setempat itu, para demonstran juga menuntut pembentukan kembali militer Yaman. Massa juga mendesak agar mantan diktator Yaman, Ali Abdullah Saleh dan rekan-rekannya diadili.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, para demonstran turun ke jalan-jalan di Sanaa untuk menyerukan pembebasan para tahanan revolusi. Dalam revolusi yang terjadi di Yaman beberapa waktu lalu, Presiden Saleh resmi mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan ke Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi pada Februari 2012 lalu.
Penyerahan kekuasaan itu terjadi sesuai kesepakatan yang didukung Arab Saudi dan dimediasi oleh Dewan Kerjasama Teluk (Persia) pada April 2011. Kesepakatan itu ditandatangani Saleh di Riyadh, Saudi pada 23 November 2011 lalu.
Hadi yang menjadi presiden baru Yaman, dilantik pada 25 Februari lalu menyusul pemilihan presiden dengan hanya satu kandidat yang digelar pada 21 Februari.
(ita/nrl)











































