"Kami pikir ini jelas-jelas pengecut bagi seorang pria yang bersembunyi, mengimbau pasukan bersenjatanya untuk terus membantai warga sipil negaranya sendiri," cetus juru bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/8/2012).
"Kami pikir adalah hina untuk mengimbau pasukan bersenjatanya meneruskan pembantaian ini, dan pertumpahan darah ini," imbuh Ventrell menanggapi pidato Assad yang dipublikasikan kantor berita resmi Suriah, SANA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musuh ada di antara kita saat ini, dengan menggunakan agen-agen untuk menggoyang negara, keamanan warga negara dan terus menguras sumber daya ekonomi kita," cetus Assad dalam pidatonya.
Krisis yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut kelompok-kelompok HAM, lebih dari 15 ribu orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas selama pergolakan tersebut. Negara-negara Barat dan Liga Arab telah menyerukan pengunduran diri Assad segera demi menghentikan pertumpahan darah di negeri tersebut.
(ita/nrl)











































