Empat jasad pria yang dipenuhi lubang peluru ditemukan di distrik Jalrez, Provinsi Wardak, sekitar 40 kilometer dari Kabul, ibukota Afghanistan.
"Tangan-tangan mereka diikat ke belakang punggung mereka dan dada mereka dipenuhi peluru," kata pejabat militer Afghan, Jenderal Abdul Razaq Safi kepada kantor berita AFP, Rabu (1/8/2012).
"Mereka dibunuh oleh Taliban karena mereka bekerja untuk perusahaan keamanan asing," ujar Safi yang memimpin unit militer di wilayah tersebut.
Shahiduallh Shahid, juru bicara pemerintahan Provinsi Wardak mengkonfirmasi insiden tersebut. Dikatakannya, keempat pria itu diculik Taliban ketika dalam perjalanan untuk pergi bekerja pada Selasa, 31 Juli waktu setempat.
Insiden serupa terjadi di wilayah yang sama pada akhir Juli lalu. Saat itu para militan Taliban menghukum mati lima pria karena bekerja untuk warga asing. Setelah pembunuhan tersebut, pasukan keamanan Afghan melancarkan operasi besar-besaran di daerah tersebut. Belasan militan tewas dalam operasi tersebut.
Belum lama ini Taliban telah mengancam akan menargetkan warga Afghan yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan asing. Banyak warga Afghan setempat yang bekerja untuk proyek-proyek militer dan sipil di Afghanistan. (ita/vit)











































