"Delapan warga negara tewas dan 24 luka-luka, termasuk tiga polisi yang berada dalam kondisi serius," demikian disampaikan kepolisian seperti dilansir kantor berita resmi Sudan, SUNA, dan dilansir AFP, Rabu (1/8/2012).
Mereka merupakan korban jiwa pertama terkait aksi demo antipemerintah yang melanda Sudan sejak pertengahan Juni lalu.
Seorang aktivis pemuda, Sudan Change Now, menuding pasukan keamanan menembakkan timah panas ke para demonstran. Akibatnya 12 orang, sebagian besar remaja, tewas dalam insiden itu.
Kepolisian tidak menyebutkan penyebab kematian ke-12 orang tersebut. Namun disampaikan bahwa polisi terpaksa menggunakan "sedikit kekuatan" untuk mengendalikan situasi setelah para demonstran membakar pom bensin dan fasilitas-fasilitas politik di Kota Nyala.
Menurut saksi mata, polisi telah melepaskan gas air mata ke para demonstran yang terpecah-pecah menjadi beberapa bagian di sekitar pasar utama Nyala. Sementara para demonstran melemparkan batu-batu ke gedung pemerintah dan membakar ban-ban di jalan raya. (ita/vit)











































