SBY Ditunjuk Sekjen PBB Jadi Kepala Pakar Pembangunan Global

SBY Ditunjuk Sekjen PBB Jadi Kepala Pakar Pembangunan Global

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 01 Agu 2012 09:54 WIB
SBY Ditunjuk Sekjen PBB Jadi Kepala Pakar Pembangunan Global
New York, -

Sekjen PBB Ban Ki-moon telah menunjuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf sebagai kepala panel pakar yang akan merekomendasikan cara-cara memajukan pembangunan global di masa depan.

Ketiganya akan memimpin 26 penasihat internasional yang akan merekomendasikan rencana-rencana untuk pertumbuhan global dan pembangunan di luar Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDG) tahun 2015.

MDG tersebut dimaksudkan untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, mencapai pendidikan primer yang universal, memajukan hak-hak wanita, menurunkan angka kematian anak, memerangi penyakit dan melindungi lingkungan hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menantikan rekomendasi panel mengenai agenda global pasca 2015 dengan tanggung jawab bersama bagi semua negara dan dengan perang melawan kemiskinan dan pembangunan berkesimbangunan sebagai intinya," kata Ban seperti dilansir The Australian, Rabu (1/8/2012).

Di antara panel tersebut termasuk Menteri Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan Sung-Hwan Kim, Menteri Luar Negeri Colombia Maria Angela Holguin, Mantan Presiden Jerman Horst Kohler, Mantan PM Jepang Naoto Kan, Ratu Rania dari Yordania, Menteri Luar Negeri Meksiko Patricia Espinosa, dll.

Panel tersebut akan bertemu di New York, AS pada akhir September mendatang di sela-sela debat tahunan Majelis Umum PBB. Panel diharapkan akan menyampaikan rekomendasi sementara kepada Sekjen PBB pada pertengahan tahun 2013.

Sebelumnya dalam pertemuan puncak PBB pada tahun 2000 lalu, keseluruhan 193 negara anggota PBB dan 23 organisasi internasional sepakat mengkampanyekan MDG untuk tahun 2015. Adopsi agenda ini memberikan target untuk dicapai semua pihak, meskipun kemajuan pada banyak isu telah terganggu oleh resesi ekonomi global.

(ita/nrl)


Berita Terkait