Dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Selasa (31/7/2012), Gedung Putih menyebutkan, Obama dan Erdogan berbincang-bincang di telepon pada Senin, 30 Juli waktu setempat untuk membahas hal tersebut. Menurut Gedung Putih, kedua pemimpin juga membahas tentang pentingnya pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad dan bersikap responsiv atas keinginan rakyat Suriah.
Gedung Putih menyatakan, Obama dan Erdogan memiliki kekhawatiran yang sama atas operasi yang dilakukan rezim Assad terhadap para pemberontak dan memburuknya kondisi kemanusiaan di seluruh Suriah sebagai akibat kekejaman rezim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Gedung Putih dalam statemennya, tim-tim AS dan Turki akan terus menjalin kontak erat mengenai cara-cara yang bisa dilakukan Turki dan AS bersama-sama untuk menciptakan transisi demokratis di Suriah.
Sekitar 44 ribu warga Suriah telah meninggalkan negeri mereka dan kini membanjiri kamp-kamp pengungsi di Turki. Obama pun memberikan pujian kepada pemerintah Turki atas kemurahan hati menerima para pengungsi Suriah tersebut.
Sementara itu, pasukan pemerintah Suriah terus menggempur distrik-distrik yang dikuasai pemberontak di Kota Aleppo dengan serangan helikopter-helikopter. Akibat bombardir ini, menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 200 ribu warga sipil telah meninggalkan kota tersebut.
(ita/nrl)











































