Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Laurent Fabius mengatakan, dirinya akan memimpib pertemuan darurat tingkat menteri tersebut. Kepada stasiun radio Prancis, RTL, Fabius mengatakan, pertemuan itu harus digelar secepat mungkin untuk menghentikan rezim Presiden Bashar al-Assad melakukan pembantaian di Suriah.
"Mengingat Prancis akan mengambil kepresidenan DK PBB pada 1 Agustus, kami akan membuat permintaan sebelum akhir pekan ini untuk pertemuan Dewan Keamanan, kemungkinan pada level menteri untuk mencoba menghentikan pembantaian dan menyiapkan transisi politik," tutur Fabius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tak bisa mengatakan ini masalah domestik," cetus Fabius seraya mengingatkan, konflik Suriah bisa menyebar ke negara-negara lain.
Fabius juga mengungkapkan keprihatinan atas pembantaian yang terjadi di Kota Aleppo, kota terpadat penduduknya di Suriah. Di kota itu, tentara pemerintah telah melancarkan serangan terhadap para pemberontak sejak Sabtu, 28 Juli lalu.
"Rakyat Suriah tengah menjadi martir dan pengeksekusinya bernama Bashar al-Assad," cetusnya.
(ita/nrl)











































