Saat mendekati temuan tong-tong tersebut, polisi hutan menemukan ada sedikit bagian tong yang terbuka sehingga isinya dilihat. Ketika penutup tong dibuka, beberapa embrio berjatuhan ke tanah.
Petugas pun menyadari bahwa tong-tong tersebut berisi ratusan embrio bayi yang direndam dalam sekitar 50 liter cairan formalin yang biasa digunakan sebagai pengawet. Demikian seperti dilansir oleh Channel News Asia, Rabu (25/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan embrio ini memancing banyak pertanyaan soal bagaimana caranya embrio tersebut bisa berada di tengah hutan. Sejumlah pakar mencurigai bahwa embrio-embrio manusia tersebut berasal dari praktik aborsi ilegal. Ada juga yang menduganya akan digunakan untuk penelitian ilegal.
Menurut media Rusia RT, embrio-embrio tersebut diduga berusia sekitar 12-16 minggu. Tidak diketahui sejak kapan embrio tersebut dicuri, namun beberapa ada yang diperkirakan telah diawetkan selama lebih dari 10 tahun. Kini, pemeriksaan forensik terhadap temuan ini tengah dilakukan untuk mengatahui kejadian yang sebenarnya.
(nvc/ita)











































