Para korban banjir yang termasuk anak-anak dan wanita itu, terjebak di bukit kecil di Jwa-ri, Provinsi Pyongan pada Senin (23/7) lalu setelah sebuah sungai meluap dikarenakan hujan deras.
"Terisolasi tanpa bisa berhubungan dengan orang lain, mereka tak menemukan jalan keluar, mereka panik karena air yang meningkat. Saat itu sebuah helikopter terlihat," demikian diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir AFP, Rabu (25/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para personel kemudian bergegas ke lokasi dengan menaiki sebuah helikopter dan menggunakan tangga tali untuk menyelamatkan mereka yang terjebak banjir. Seluruh korban banjir akhirnya berhasil diselamatkan setelah beberapa kali penerbangan pulang-pergi.
Dinasti Kim yang telah memimpin negeri komunis itu sejak berdirinya Korut pada tahun 1948, kerap mendapat pujian dari media resmi Korut atas tindakan-tindakan seperti itu.
(ita/nrl)










































