Menurut media Inggris, Daily Mail dan Sunday Express seperti dilansir Press TV, Rabu (25/7/2012), para tentara bayaran tersebut telah mendirikan kamp-kamp pelatihan untuk para pemberontak Suriah di Irak dan di perbatasan Suriah. Media tersebut mengutip sumber-sumber militer Inggris.
Menurut sumber-sumber tersebut, para pemberontak Suriah menerima instruksi-instruksi dalam taktik militer, cara menangani senjata dan sistem komunikasi. Saat ini sekitar 50 milisi tengah dilatih oleh dua perusahaan keamanan swasta yang mempekerjakan para mantan personel SAS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, London harus bertindak di luar Dewan Keamanan PBB dan meningkatkan dukungannya pada kelompok-kelompok pemberontak di Suriah.
Assad saat ini terus didesak oleh negara-negara Barat serta Arab untuk mengundurkan diri secepatnya guna menyelesaikan pertumpahan darah di negeri itu. Namun rezim Assad bersikeras bahwa rakyat Suriah sendirilah yang harus memutuskan soal masa depan negara dan pemerintahan.
(ita/nrl)











































