Demikian dikutip detikcom dari Reuters, Rabu (25/7/2012).
"Tentara dan shabbiha (milisi yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad) melewati jalan di pinggir Shariaa dan menyeberangi jalan utama dan mulai menembakkan senapan otomatis pada jamaah ketika mereka memasuki masjid," kata salah seorang aktivis, Jamil al-Hamwi, melalui saluran telepon.
"Kami telah memastikan nama untuk 15 korban tewas. Diperkirakan jumlah yang sama harus dikumpulkan dari jalanan," kata Hamwi, yang menggunakan nama samaran untuk alasan keamanan.
Dewan revolusi di kota Hama mengatakan bahwa sejumlah jenazah masih disimpan di masjid tersebut. Menunggu sarana transportasi untuk mengevakuasi korban ke RS atau pemakaman.
Namun hampir mustahil mengkonfirmasi laporan ini ke pihak pemerintah Suriah. Pihak berwenang Suriah telah melarang semua media melaporkan kejadian tersebut.
(van/edo)











































