"Kami mengecam keras serangan-serangan ini yang terjadi di Irak. Menargetkan orang-orang tak bersalah adalah pengecut," cetus juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/7/2012).
"Ini lebih-lebih lagi tercela selama bulan suci Ramadan ini," imbuh Nuland. Ditegaskan Nuland, siapapun yang mendalangi serangan-serangan tersebut akan gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat Irak mengatakan, sebanyak 28 insiden terjadi di 19 kota di Irak pada Senin (23/7) dan menewaskan 111 orang. Sedikitnya 235 orang juga luka-luka dalam rentetan pengeboman dan penembakan tersebut. Serangkaian kekerasan tersebut merupakan yang paling mematikan di Irak dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan tersebut. Namun gelombang kekerasan itu terjadi setelah jaringan teroris Al-Qaeda mengancam akan berupaya mengambil-alih wilayah tersebut.
(ita/nrl)











































