Pejabat senior Palestina, Saeb Erakat mengatakan, hal tersebut dibahas dalam pertemuan para pejabat negara-negara Arab yang digelar di Doha, Qatar.
Dalam pertemuan Arab League's Peace Initiative Committee di Doha pada Minggu, 22 Juli itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas mengusulkan pembentukan komisi investigasi internasional mengenai kematian Arafat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komite Liga Arab pun menyetujui usulan tersebut dan Kepala Liga Arab Nabil al-Arabi akan menindaklanjuti masalah ini dan "menyiapkan berkas hukum, kriminal dan politis yang lengkap."
Belum lama ini, media Al-Jazeera melaporkan temuan zat radioaktif berbahaya, polonium pada sejumlah benda-benda pribadi Arafat termasuk pakaian yang terakhir dikenakannya. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa pemimpin veteran itu telah diracun.
Polonium merupakan bahan sangat beracun yang jarang ditemukan di luar lingkup militer dan sains. Racun ini digunakan untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang menjadi pengkritik Kremlin, Alexander Litvinenko. Dia tewas pada tahun 2006 setelah meminum teh yang dibubuhi polonium.
(ita/nrl)










































