Serangan paling mematikan terjadi di kota Taji di sebelah utara Baghdad. Sebanyak 18 orang tewas dan 29 lainnya terluka akibat serangkaian ledakan bom di kota tersebut.
Sekelompok pria bersenjata juga menyerang pangkalan militer Irak di sebelah utara Baghdad. Akibatnya, setidaknya 7 tentara Irak tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangkaian pengeboman dan penembakan juga terjadi di daerah-daerah lain seperti Diyala, Kirkuk dan Salaheddin yang semuanya berada di sebelah utara Baghdad. Rentetan ledakan bom di Kirkuk dan Dibis menewaskan sedikitnya 7 orang dan melukai 29 orang lainnya.
Pria-pria bersenjata juga menyerang pos-pos pemeriksaan militer dan polisi di Saadiyah dan Khan Beni Saad di Provinsi Diyala, yang menewaskan dua tentara dan seorang polisi. Juga di Diyala, pengeboman dan penembakan di Baquba, ibukota Diyala dan kota-kota Buhruz dan Muqdadiyah menewaskan tiga orang dan melukai 16 orang lainnya.
Di Baghdad, bom mobil meledak di Kota Sadr dan menewaskan empat orang dan melukai 18 orang lainnya. Sementara dua orang lainnya tewas dalam bom mobil di distrik Husseiniyah, sebelah utara Baghdad. Di Dujail, Provinsi Salaheddin, bom mobil juga meledak dekat masjid Syiah dan menewaskan seorang wanita dan melukai empat orang lainnya.
Rentetan-rentetan serangan itu terjadi sehari setelah serangkaian pengeboman di berbagai wilayah Irak menewaskan setidaknya 17 orang dan melukai hampir 100 orang lainnya. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan pada Minggu, 22 Juli tersebut. Namun kelompok Al-Qaeda di Irak beberapa hari sebelumnya telah mengingatkan bahwa pihaknya tengah mencoba mengambil-alih wilayah tersebut.
(ita/nrl)











































