"Apartemen Holmes rapi tetapi masih terdapat jaringan kawat dan situasi tetap berbahaya," kata Juru Bicara ATF, seperti dikutip dari news.com.au, Minggu (22/7/2012).
Polisi setempat akhirnya menggunakan robot anjing berukuran sedang dan kamera agar dapat melihat kondisi apartemen Holmes dari dalam. Alhasil, polisi berhasil membereskan rangkaian kabel yang diduga sebagai pemicu ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom lainnya diledakan oleh polisi di lokasi sebagai upaya menjinakkan, sempat terjadi beberapa ledakan kecil. Namun, 30 granat yang saling terhubung dengan kabel harus dibawa dengan truk pasir ke sebuah lokasi yang aman untuk diledakan.
Rangkaian kabel yang menghubungkan 30 granat merupakan hal baru yang ditemui oleh satuan penjinak bom AS. Motif tindakan keji Holmes masih belum diketahui dan menjadi misteri, walau Holmes mengakui pada polisi soal bom yang disiapkan di apartemennya.
"Hal ini unik, anda tidak melihat ini setiap hari karena kebanyakan di Amerika adalah bom pipa," ujar juru bicara yang tidak diketahui namanya tersebut.
(vid/ega)










































