"Pemerintah Suriah telah gagal melindungi warga sipil, dan komunitas internasional memiliki tanggung jawab kolektif untuk hidup sesuai dengan Piagam PBB dan bertindak atas prinsip-prinsipnya," kata Ban Ki Moon dalam kunjungannya ke Kroasia, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/7/2012).
Peningkatan jumlah korban dan kondisi sosial di Suriah membuat Sekjen PBB asal Korea tersebut gerah. "Saya sangat tertekan dengan jumlah korban tewas yang meningkat dan jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka," ujar Ban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentrokan antara tentara pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak yang tergabung dalam Free Syrian Army pada Kamis kemarin, dipusatkan pada ibukota Damaskus dan sejumlah wilayah lainnya, seperti Homs, Aleppo, Idlieb dan Hama.
"Jumlah korban tewas ini merupakan yang terbanyak yang pernah tercatat dalam 16 bulan terakhir," ucap Direktur Syrian Observatoru for Human Rights, Rami Abdel Rahman, kepada AFP.
Ditambahkan Rami, jumlah korban tewas masih bisa bertambah mengingat konflik kekerasan dan bentrokan masih terus terjadi di beberapa wilayah. Selain itu, ada sejumlah jasad yang belum teridentifikasi.
(vid/mpr)











































