Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak seperti dilansir Press TV, Sabtu (21/7/2012).
"Saya telah memerintahkan militer untuk meningkatkan persiapan intelijennya dan mempersiapkan apa yang dibutuhkan, sehingga jika diperlukan... kami akan bisa mempertimbangkan untuk melakukan operasi," kata Barak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Kamis, 19 Juli waktu setempat, China dan Rusia kembali memveto alias menggagalkan resolusi DK PBB mengenai Suriah. Ini merupakan ketiga kalinya bagi kedua negara sekutu erat Suriah itu memveto resolusi PBB tentang Suriah.
Tindakan China dan Rusia memveto resolusi PBB itu menuai kecaman negara-negara Barat. Khususnya, Amerika Serikat yang terang-terangan menginginkan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad. AS bertekad akan terus melakukan tekananan terhadap rezim Assad di luar keanggotaan DK PBB.
(ita/ita)











































