Sikap Rusia dan China itu menimbulkan kecaman keras dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.
"Jujur saja, negara-negara Barat mencoba mendorong PBB untuk menyetujui resolusi sanksi guna mendapatkan lampu hijau untuk intervensi militer mereka," demikian ditulis surat kabar People's Daily, yang merupakan corong partai berkuasa China, Partai Komunis seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan ketiga kalinya dalam kurun waktu 9 bulan bagi Rusia dan China menggunakan hak veto mereka untuk menggagalkan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menurut para analis, sikap China dan Rusia tersebut disebabkan oleh ketidaknyamanan mereka dengan aksi militer Barat setelah pergolakan di Libya tahun 2011 lalu, yang pada akhirnya menyebabkan tumbangnya kekuasaan Muammar Khadafi.
(ita/nrl)










































