Rusia Tahan 4 Orang Terkait Pembunuhan Ulama Islam

Rusia Tahan 4 Orang Terkait Pembunuhan Ulama Islam

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 15:44 WIB
Rusia Tahan 4 Orang Terkait Pembunuhan Ulama Islam
Ilustrasi
Moskow, - Otoritas Rusia menahan 4 pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang ulama Islam terkenal di Rusia dan percobaan pembunuhan terhadap ulama lainnya. Keempat orang ini terlibat dalam aksi peledakan dan penembakan di wilayah yang dihuni mayoritas muslim.

Keempat pria tersebut diyakini terlibat dalam dua serangan bom dan penembakan di wilayah Tatarstan yang kaya akan minyak. Penyidik Rusia menilai, alasan utama serangan tersebut adalah pertikaian antara sejumlah ulama dengan kelompok Islam radikal lainnya.

Mereka melancarkan serangan bom mobil yang melukai seorang ulama Tatarstan bernama Ildus Faizov pada Kamis (19/7). Sedangkan wakil Faizov, Valiulla Yakupov tewas ditembak oleh mereka di wilayah Kazan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat pria yang ditangkap tersebut adalah Rustem Gataullin (57) selaku Kepala Idel Hajj yang merupakan biro haji bagi warga muslim Rusia, Kazan (39) warga Murat Galleyev, Airat Shakirov (41) dan Azat Gainutdinov (31) yang merupakan warga Tatarstan.

"Menurut hasil investigasi, motif utama pelaku adalah aktivitas profesional korban, termasuk perbedaan-perbedaan ideologi mereka dengan rivalnya," jelas Komite Investigasi Rusia, seperti dilansir oleh AFP, Jumat (20/7/2012).

Diketahui bahwa mereka tidak senang dengan sikap Faizov yang menentang organisasi-organisasi Islam radikal berkembang di Tatarstan. Pertikaian semakin memanas ketika Farizov ternyata juga mengambil alih atas aliran uang terhadap Idel Hajj yang banyak mengorganisir para calon haji ke Makkah. Hal ini memicu konflik di antara Faizov dan Rustem, yang berujung dengan adanya ancaman terhadap Faizov.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga ikut berkomentar terhadap kasus tersebut. Menurutnya, serangan di Tatarstan menjadi 'sinyal serius' bagi pemerintah. Pemerintah Rusia sebenarnya mengkhawatirkan penyebaran Islam radikal ke wilayah di luar Kaukasia Utara, di mana para militan telah menyerukan pembentukan negara Islam sendiri.

(nvc/ita)


Berita Terkait