Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, korban tewas dalam konflik kekerasan Suriah pada Kamis (19/7) kemarin mencapai jumlah tertinggi semenjak unjuk rasa pecah pada Maret 2011 lalu. Para korban tewas terdiri atas 109 warga sipil, 93 tentara pemerintah dan 46 anggota kelompok militan maupun pemberontak.
Bentrokan antara tentara pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak yang tergabung dalam Free Syrian Army pada Kamis kemarin, dipusatkan pada ibukota Damaskus dan sejumlah wilayah lainnya, seperti Homs, Aleppo, Idlieb dan Hama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Rami, jumlah korban tewas masih bisa bertambah mengingat konflik kekerasan dan bentrokan masih terus terjadi di beberapa wilayah. Selain itu, ada sejumlah jasad yang belum teridentifikasi.
Pada Kamis kemarin, tentara pemberontak berhasil mengambil alih wilayah perbatasan Suriah dengan Irak. Hal ini memberi pukulan tersendiri bagi Presiden Bashar al-Assad. Bentrokan antar kedua pihak terus memanas semenjak Minggu (15/7) lalu dan terus memakan korban jiwa.
(nvc/ita)










































