Presiden Suriah Bikin Lelucon yang Merendahkan Wanita

Presiden Suriah Bikin Lelucon yang Merendahkan Wanita

- detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 12:30 WIB
Presiden Suriah Bikin Lelucon yang Merendahkan Wanita
Presiden Bashar al-Assad (AFP)
Damaskus, - Ratusan email yang ditulis oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad dibocorkan ke publik. Sejumlah email ternyata berisi pesan-pesan bernada lelucon kepada sang istri atau kerabat dekatnya. Namun lelucon tersebut cenderung merendahkan kaum wanita.

Bocoran surat elektronik Assad ini diungkapkan oleh WikiLeaks dan dipublikasikan oleh situs Prancis benama owni.fr pada Kamis (19/7) waktu setempat. WikiLeaks sendiri telah membocorkan sekitar 2,5 juta email yang disebut-sebut berasal dari tokoh-tokoh penting Suriah.

Dari jumlah tersebut, sekitar 538 email ditulis oleh Presiden Assad dengan menggunakan alamt email: sam@alshahba.com. Email-email tersebut dilaporkan ditulis dan dikirimkan sebelum aksi demo massal menentang Assad pecah di Suriah pada Maret 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bocoran email tersebut memang hanya sedikit memberi informasi mengenai aksi kekerasan pemerintahan Assad. Namun setidaknya mampu menunjukkan sisi lain Assad yang sedikit kekanak-kanakan dan ternyata memiliki pola pikir misoginis atau kurang menghargai kaum wanita. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (20/7/2012).

"Istri: Aku berharap aku adalah koran, jadi aku bisa berada di tanganmu sepanjang hari. Suami: Aku juga berharap kamu adalah koran, jadi aku bisa punya yang baru setiap hari," demikian salah satu bunyi gurauan Assad yang dikirim melalui emailnya pada 23 Desember 2010.

Lelucon Assad lainnya tentang seorang wanita yang bertanya kepada suaminya soal apa yang akan diberikan kepada istrinya jika berhasil mendaki Gunung Himalaya. "Sebuah dorongan yang cantik...!" demikian bunyi lelucon yang ditulis Assad.

Email-email tersebut dikirimkan Assad kepada orang-orang dekatnya, termasuk penerjemah wanitanya atau ayah mertuanya. Beberapa lelucon dalam email Assad tersebut telah beredar luas secara online, bersama dengan email lain yang berisi pendapat Assad soal isu-isu maupun pemimpin negara lainnya.

Diketahui bahwa WikiLeaks mendapatkan 2.434.899 email yang berasal dari sejumlah kementerian di Suriah, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Kantor Kepresidenan. Ada sekitar 400 ribu email yang ditulis dengan Bahasa Arab, namun ada sekitar 68 ribu email yang ditulis dengan Bahasa Rusia.

Publikasi WikiLeaks ini muncul di tengah-tengah konflik Suriah yang tiada henti. Kemarin (19/7), untuk ketiga kalinya Rusia dan China memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai ancaman sanksi terhadap Suriah. Sikap kedua negara sekutu Suriah itu pun menuai kecaman negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads