"Dengan kekecewaan luar biasa dan penyesalan mendalam, dunia menyaksikan Dewan Keamanan PBB kembali gagal untuk rakyat Suriah," cetus Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada John Baird seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/7/2012).
Rusia dan China kembali memveto alias menggagalkan resolusi DK PBB mengenai Suriah dalam voting dewan yang digelar Kamis, 19 Juli waktu setempat. Ini berarti kedua negara sekutu erat Suriah itu sudah tiga kali memveto resolusi mengenai ancaman sanksi terhadap Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DK PBB pada akhirnya punya kesempatan untuk melakukan hal yang benar dengan menerapkan rencana lewat sanksi-sanksi yang mengikat, yang akan mengirimkan pesan jelas untuk Assad dan mereka yang mendukung dia," ujar Baird.
"Namun Rusia dan China memilih status quo... Mereka gagal bertindak di waktu paling rentan bagi rakyat Suriah ini," cetus Baird.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat juga menyampaikan kefrustrasiannya dengan Rusia dan China pada Kamis (19/7) waktu setempat. Dikatakan Dubes AS untuk PBB, Susan Rice, DK PBB telah gagal bertindak soal krisis Suriah. Rice pun berjanji, Washington akan mengintensifkan upayanya di luar DK PBB untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim Assad.
(ita/nrl)











































