Misi rahasia ini melibatkan setidaknya seorang anggota ekspatriat dan jaringan orang-orang lokal yang ditempatkan di Kupang, NTT. Demikian diungkapkan sumber yang dekat dengan operasi tersebut kepada harian The Australian, Jumat (20/7/2012).
"Mereka (ASIS) telah mengirimkan satu orang (agen) ke kepulauan timur yang bertujuan mendapatkan intelijen mengenai para nelayan ilegal dan keberangkatan pencari suaka dari wilayah itu," kata sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan sumber tersebut, misi ASIS di Indonesia ini telah "aktif" selama setidaknya lima tahun. Misi ASIS ini telah difokuskan ke NTT.
Analis Ross Babbage dari Kokoda Foundation mengatakan, terkuaknya keterlibatan ASIS dalam memerangi penyelundupan manusia ini bukanlah hal yang mengejutkan.
"Dalam beberapa dekade terakhir, ASIS dan badan-badan intelijen lainnya, telah fokus ke tantangan-tantangan yang lebih luas, termasuk hal-hal yang penting bagi kepentingan nasional -- seperti penyelundupan manusia dan kontraterorisme," ujar Babbage.
Dikatakannya, peran kunci ASIS dalam mengumpulkan intelijen mengenai pencari suaka tersebut, bukan cuma tentang mengidentifikasi para pemimpin sindikat namun juga tentang apa yang akan terjadi berikutnya.
(ita/nrl)











































