Bulgaria Rilis Video Pelaku Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 6 Warga Israel

Bulgaria Rilis Video Pelaku Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 6 Warga Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Jul 2012 18:26 WIB
Bulgaria Rilis Video Pelaku Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 6 Warga Israel
Pelaku mengenakan kaos biru dan topi (Reuters)
Burgas, - Pemerintah Bulgaria merilis rekaman video yang menunjukkan pelaku bom bunuh diri yang menewaskan turis-turis Israel. Tidak hanya itu, pemerintah Bulgaria juga mengaku telah memiliki sidik jari pelaku.

"Pelaku adalah orang yang sebenarnya tidak menarik perhatian dibandingkan turis-turis lainnya. Pria ini berusia sekitar 36 tahun. Kami memiliki sidik jarinya," ujar Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Tsvetan Tsvetanov, dalam konferensi pers seperti dilansir oleh AFP, Kamis (19/7/2012).

Otoritas setempat juga akan melakukan tes DNA terhadap pelaku untuk mengetahui lebih lanjut soal identitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rekaman video tersebut, terlihat pelaku yang seorang pria berkulit putih dengan rambut pirang yang panjang, diduga wig, tengah berjalan berputar-putar di bandara. Pria tersebut terlihat mengenakan kaos warna biru, celana pendek, sepatu putih, topi bisbol dan kacamata hitam.

Pria tersebut membawa tas ransel besar di punggungnya dan tampak sebuah tas laptop diselempangkan di depan badannya. Video ini sengaja dirilis di sebuah televisi setempat dengan tujuan agar publik yang mengenal atau memiliki informasi tentang pelaku bisa langsung memberitahu polisi.

Ledakan bom yang terjadi di bandara Burgas pada Rabu, 18 Juli itu menewaskan 7 orang, 6 di antaranya warga Israel. Disebutkan bahwa pengeboman itu merupakan aksi bom bunuh diri yang menargetkan sebuah bus yang mengangkut para turis Israel yang baru tiba dari Tel Aviv, Israel. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan menyebut Iran mendalangi serangan bom tersebut. Pengeboman ini terjadi bertepatan dengan peringatan 18 tahun serangan bom terhadap pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires, Argentina yang menewaskan 85 orang.

(nvc/ita)


Berita Terkait