Hal tersebut disampaikan Najib di depan lebih dari 10 ribu tokoh Islam di Kuala Lumpur seperti dikutip media lokal, Malaysian Insider dan dilansir AFP, Kamis (19/7/2012).
Dikatakan Najib, dirinya mendukung hak-hak asasi manusia namun dalam batasan-batasan yang ditetapkan oleh Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Najib terus didesak untuk mereformasi sistem pemilihan umum di negeri itu. Menurut lawan-lawan politik Najib, sistem pemilu Malaysia bersifat bias dan menguntungkan partai yang telah lama berkuasa di negeri itu.
Pada April lalu, puluhan ribu orang menggelar aksi demo massal di ibukota Kuala Lumpur untuk menuntut perubahan sistem pemilu.
Aksi demo besar-besaran itu berubah kacau setelah polisi dan demonstran terlibat bentrokan di jalanan ibukota. Polisi pun terpaksa menggunakan gas air mata dan meriam air dan menangkap lebih dari 500 orang.
(ita/nrl)











































