Diberitakan Reuters, Kamis (19/7/2012), percakapan via telepon itu digelar tak lama setelah situasi Suriah semakin memanas. Obama dan Putin dikabarkan saling bertukar solusi penanganan konflik di negara Timur Tengah itu.
Meski begitu, belum ada keputusan resmi dari hasil pembicaraan tersebut. Rusia masih mencari resolusi yang bisa cepat diterapkan di Suriah, sementara AS ngotot meminta agar presiden Bashar al-Assad turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi bom bunuh diri itu terjadi saat berlangsung pertemuan tingkat tinggi yang diikuti para menteri dan pejabat-pejabat Suriah. Menurut pejabat-pejabat keamanan Suriah, serangan bunuh diri itu jelas menargetkan para menteri dan pejabat-pejabat keamanan yang hadir dalam pertemuan itu.
Kelompok-kelompok HAM memprediksi lebih dari 17 ribu orang telah tewas selama konflik yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu. Negara-negara Barat saat ini kian gencar menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad guna menyelesaikan pertumpahan darah di negeri itu.
(mad/mad)











































