Kelima tentara Prancis tersebut tergabung dalam tentara NATO yang bertugas di wilayah Afghanistan. Tentara bernama Abdul Sabor dijatuhi hukuman gantung oleh pengadilan militer Pul-i-Chakri pada Senin (15/7) waktu setempat.
"Ya, saya bisa memastikan, namanya Sabor," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Mohammad Zahir Azimi, seperti dilansir oleh AFP, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden seperti ini bukan yang pertama kalinya menimpa tentara NATO di Afghanistan. Aksi penembakan yang disebut penembakan 'green-on-blue', di mana tentara Afghan menyerang tentara-tentara asing yang sebenarnya merupakan koalisi mereka, terbilang cukup sering terjadi.
Tidak dijelaskan apa motif Sabor dalam penembakan ini. Namun dilaporkan bahwa usai ditangkap polisi, Sabit mengaku dirinya marah setelah melihat video sejumlah marinir Amerika Serikat mengencingi jasad warga Afghanistan.
Insiden ini mendorong otoritas Prancis untuk lebih cepat menarik tentaranya dari operasi NATO di Afghanistan. Tidak hanya itu, insiden ini juga menodai hubungan kerjasama NATO dengan militer Afghanistan. Diketahui bahwa Prancis merupakan negara kontributor militer terbesar kelima bagi NATO di Afghanisan. Dijadwalkan, sekitar 130 ribu tentara Prancis di Afghanistan akan ditarik kembali ke negaranya pada akhir tahun 2014 mendatang.
(nvc/ita)











































