Agen bernama Yeh ini telah didepak dari biro intelijen militer Taiwan pasca kasus tersebut. Namun keberadaannya hingga saat ini masih belum diketahui dan dia pun masuk dalam daftar buronan.
Sekembalinya ke Taiwan, dia akan diadili di pengadilan militer atas dakwaan meninggalkan tugas. Demikian seperti disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan dan dilansir oleh AFP, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tengah menyelidiki kasus ini dan kami akan mengkaji ulang sistem rekrutmen, seleksi, pelatihan dan penugasan para staf," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.
Diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan diguncang skandal mata-mata. Mata-mata asing mengintai dan menjaring informasi intelijen dan rahasia dari otoritas Taiwan.
Skandal-skandal ini terjadi seiring memanasnya hubungan Taiwan dengan China. Sejak Taiwan lepas dari China pasca perang sipil pada tahun 1949 lalu, Taiwan dan China sering mengirim mata-matanya untuk saling mengintai. Otoritas China masih menganggap bahwa Taiwan harus kembali menjadi bagian wilayahnya dan berusaha keras mendorong reunifikasi, salah satunya dengan cara militer.
(nvc/ita)











































