Insiden ini terjadi pada Sabtu (14/7) pagi, ketika si nenek yang seorang pensiunan guru ini tengah berjalan santai di dekat rumahnya di Petaling Jaya, Malaysia. Saat diculik, si nenek sempat dibawa berkeliling tanpa tujuan selama 20 menit oleh pelaku.
"Ketika saya sedang berjalan, sebuah mobil mendekati saya. Ada 4 pria asing di dalam mobil yang menanyakan arah jalan, tapi saya mengabaikan mereka," tutur si nenek, seperti dilansir The Star, Senin (16/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku mencengkeram lengan si nenek dengan kuat dan sembari mendorong kepala sang nenek agar menunduk ke bawah. Tidak hanya itu saja, mulut si nenek juga dibungkam dengan tangan agar dia tidak berteriak.
"Dengan kasar mereka menarik anting emas yang ada di telinga kanan saya, tapi mereka kesulitan untuk melepas anting yang satunya. Saya berteriak kesakitan dan memberitahu mereka bahwa saya yang akan melepas anting itu untuk mereka. Saya berusaha keras melepasnya, ketika salah satu pelaku justru menariknya dengan keras dan anting itu pun terlepas, tapi sedikit merobek telinga saya," jelasnya.
Berhasil mendapatkan perhiasaan emas tersebut, para pelaku menurunkan si nenek di tengah jalan. Kemudian si nenek meminta bantuan warga sekitar untuk mengantarnya pulang. Si nenek pun melapor ke polisi atas insiden yang dialaminya.
Akibat perbuatan para pelaku, si nenek menderita sejumlah luka seperti di bagian telinga, dahi yang memar dan nyeri di bagian punggung dan lengannya. Nenek ini sempat mendapat perawatan di rumah aski setempat atas luka-luka yang dideritanya.
"Saya sangat trauma setelah insiden ini. Saya bahkan tidak lagi merasa aman pergi keluar rumah," ucap si nenek yang telah tinggal di daerah Petaling Jaya selama 40 tahun terakhir.
Kepolisian Distrik Petaling Jaya menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki perampokan yang melibatkan geng kriminal ini. Para pelaku masih dalam pengejaran polisi setempat.
(nvc/ita)











































