ABG bernama Muhammad Fareez Akmar Mustapa mengakui, insiden mengenaskan ini dialaminya pada Sabtu (14/7) waktu setempat di asrama sekolah mereka di wilayah Kampung Gajah, Malaysia. Remaja berusia 16 tahun tersebut dituding telah mencuri uang milik teman satu asramanya sebesar 100 ringgit atau sekitar Rp 298 ribu.
"Saya sedang berada di kamar asrama saya ketika mereka datang dan menarik saya ke sebuah kamar lain di asrama dan memukuli saya dengan sandal dan sapu setelah saya membantah telah mencuri uang," tutur Muhammad Fareez seperti dilansir oleh New Straits Times, Senin (16/7/2012).
Menurut Fareez, teman-temannya tersebut tidak mempercayai pembelaan bahwa dia tidak mencuri uang tersebut. Fareez mengaku dirinya dipukuli oleh sekitar 18 orang remaja putra selama 3 jam. Setelah puas melampiaskan emosinya, anak-anak tersebut meninggalkan Fareez sendirian.
Fareez kemudian menelepon ibunya dan memintanya datang ke asrama. Melihat kondisi putranya babak belur, ibunda Fareez, Azian ismail, lantas membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Azian juga melapor ke polisi atas tindak kekerasan yang dialami buah hatinya tersebut.
Wanita berusia 40 tahun ini bahkan meminta pihak sekolah untuk menginvestigasi insiden ini dan mengambil tindakan tegas bagi pelaku pemukulan anaknya. "Jika tidak ada tindakan terhadap mereka, saya berencana untuk membawa persoalan ini ke pengadilan," tegas Azian.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Distrik Central Perak, Inspektur Mohamad Farki Che Sulaiman membenarkan bahwa laporan ini telah diterima pihaknya.
(nvc/ita)











































