Seperti diberitakan oleh The Sun, Senin (16/7/2012), pria bernama Moshe Silman mengguyur dirinya dengan bensin dan kemudian menyulut api pada tubuhnya sendiri. Aksi nekat pria Israel ini terjadi saat long march menuntut reformasi sosial di Tel Aviv, Israel pada Sabtu (14/7) malam waktu setempat. Long march yang menuntut perumahan, pangan dan pendidikan yang layak bagi rakyat, ini diikuti oleh sekitar 10 ribu warga dari Haifa, Yerusalem dan Tel Aviv.
Tubuh Silman yang terbakar hebat membuat para demonstran lain terkejut. Dengan kain basah dan air, mereka berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan api yang membakar tubuh Silman. Beberapa saat kemudian, api berhasil padam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat aksinya ini, Silman yang mantan pengusaha truk ini mengalami luka bakar 80 persen. Silman dilaporkan sempat kritis akibat luka bakar tersebut. Kini, dia masih menjalani perawatan di unit luka bakar Rumah Sakit Tel Hashomer, dekat Tel Aviv.
Atas tragedi ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ikut memberi tanggapan. Netanyahu menggambarkan aksi Silman ini sebagai 'tragedi besar'.
"Saya berharap Moshe bisa segera pulih," ucapnya singkat.
Sedangkan Presiden Israel, Shimon Peres, mendoakan kesembuhan Silman. "Bersama dengan seluruh rakyat Israel, saya mendoakan kesembuhan Moshe Silman," tuturnya, seperti dilansir oleh Asia One.
Menurut media setempat, Silman hidup di kota Haifa dalam kondisi memprihatinkan selama setahun terakhir. Perusahaan truk miliknya terpaksa dijual karena hutang yang tak mampu dibayar oleh Silman. Menurut suratnya yang sempat dibaca sebelum membakar diri, Silman menderita stroke yang membuatnya tidak mampu bekerja lagi, namun pihak Kementerian Perumahan Israel enggan memberinya tunjangan perumahan rakyat.
(nvc/ita)











































